Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kecamatan Pebayuran menggelar Rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Rapat Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/6/2026).
Rapat yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pebayuran, Joko Santoso, S.E., serta dihadiri unsur Forkopimcam, jajaran kesehatan, KUA, dan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Pebayuran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasi Perencanaan Kecamatan Pebayuran Septi Utomo, Wakapolsek Pebayuran Iptu Cornelius T. Siagian, Kasi Pemerintahan Kecamatan Pebayuran Mulyadi Al Zauhadi, S.E., para Kepala Puskesmas, Kepala KUA Kecamatan Pebayuran, Kepala SPPG se-Pebayuran, serta Serka Yanto yang mewakili Danramil 11/Pebayuran.
Dalam sambutannya, Sekcam Pebayuran Joko Santoso menyampaikan bahwa rapat dilaksanakan sebagai tindak lanjut penyesuaian kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya semakin efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Joko.
Menurutnya, perubahan pola pengelolaan dan distribusi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memastikan bantuan gizi diterima kelompok prioritas.
“Kita harus memastikan bahwa kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memperoleh perhatian utama sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Pebayuran,” katanya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Pebayuran Mulyadi Al Zauhadi, S.E. menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
“Kami berharap seluruh perangkat yang terlibat dapat terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi sehingga tidak terjadi kendala dalam pendataan maupun distribusi. Program ini harus berjalan transparan dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakapolsek Pebayuran Iptu Cornelius T. Siagian menyatakan dukungan penuh dari jajaran Kepolisian terhadap pelaksanaan Program MBG.
“Kami siap mendukung pengawasan dan pengamanan pelaksanaan program di lapangan. Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” tegasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Serka Yanto yang hadir mewakili Danramil 11/Pebayuran.
Menurutnya, TNI melalui Koramil akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.
“Program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi generasi penerus bangsa. Koramil siap bersinergi dengan seluruh unsur terkait untuk membantu kelancaran pelaksanaan program di wilayah Pebayuran,” ujarnya.
Sementara itu, Jerni Miko selaku Kepala SPPG Pebayuran sekaligus Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bekasi menjelaskan bahwa terdapat sejumlah penyesuaian dalam mekanisme pelaksanaan program berdasarkan arahan terbaru dari BGN.
“Dapur MBG saat ini diarahkan untuk lebih memprioritaskan kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, guna memperkuat upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menerangkan bahwa pola distribusi makanan kini dilaksanakan selama lima hari kerja, yakni Senin hingga Jumat, dan diberikan kepada peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Momentum libur sekolah saat ini dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi, penataan, dan penyempurnaan tata kelola operasional SPPG sehingga ketika kegiatan sekolah kembali berjalan, distribusi dapat berlangsung lebih optimal,” tambahnya.
Rapat berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pembahasan berbagai langkah percepatan pelaksanaan Program MBG di wilayah Kecamatan Pebayuran.
Seluruh peserta sepakat untuk terus memperkuat koordinasi guna mendukung keberhasilan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.(*)







