Kabupaten Bekasi – Pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Serang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8/2026), menunjukkan adanya kenaikan pada sejumlah komoditas pangan strategis. Meski demikian, ketersediaan bahan pokok di pasaran masih terpantau aman dan aktivitas jual beli berlangsung normal.
Pengecekan yang dilakukan di wilayah Koramil 08/Lemahabang, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi bersama UPTD Pasar Serang bertujuan mendeteksi sejak dini potensi kenaikan maupun penurunan harga yang dapat memicu inflasi. Selain harga sembako, petugas juga memantau harga emas serta nilai tukar Dolar Amerika Serikat.
Hasil pemantauan menunjukkan minyak goreng mengalami kenaikan dari Rp18.000 menjadi Rp21.000 per liter. Gula pasir naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram, sementara daging sapi meningkat dari Rp135.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Di sisi lain, harga telur ayam justru turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 per kilogram. Harga emas tercatat sebesar Rp2.300.000 per gram, sedangkan nilai tukar Dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp18.070 per USD.
Kepala UPTD Pasar Serang, Rohman Adiwijaya, SE., MM., menjelaskan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi, pasokan, serta penyesuaian harga dari distributor. Sementara itu, turunnya harga telur ayam menunjukkan pasokan di tingkat pedagang masih mencukupi sehingga mampu menekan harga jual.
Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan nilai tukar Dolar Amerika Serikat berpotensi memengaruhi harga barang yang bergantung pada bahan baku maupun komoditas impor, sehingga diperlukan pemantauan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Serka Dadang menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok di wilayah Koramil 08/Lemahabang masih aman. Hingga saat ini belum ditemukan indikasi kelangkaan barang maupun kepanikan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Petugas memperkirakan apabila biaya distribusi maupun nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus meningkat, harga sejumlah komoditas strategis berpotensi kembali mengalami kenaikan. Namun selama pasokan tetap terjaga, stabilitas harga di pasar diyakini masih dapat dikendalikan.
Sebagai langkah antisipasi, pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin di pasar tradisional dan jaringan distribusi. Koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta pelaku usaha juga akan diperkuat guna mengantisipasi gejolak harga dan mencegah potensi penimbunan bahan pokok.
(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)







