Dukung Asta Cita Presiden, Lapas Makassar Perkuat Ketahanan Pangan melalui Panen Selada Hasil Pembinaan Warga Binaan

Makassar – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui penguatan program ketahanan pangan nasional dengan melaksanakan kegiatan panen selada hasil budidaya warga binaan, Selasa (14/7). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Yansen, bersama jajaran petugas, serta dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu.

Panen selada tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dikembangkan di Lapas Kelas I Makassar. Melalui pemanfaatan lahan pembinaan secara optimal, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membentuk karakter yang disiplin, produktif, dan bertanggung jawab.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Yansen, menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Makassar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman kerja dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui program pertanian ini, warga binaan dibimbing untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh sehingga memiliki kompetensi dan keterampilan yang bernilai ekonomi. Kami akan terus mengembangkan program pembinaan yang produktif agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Yansen.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen Lapas Makassar dalam mendukung program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan yang berkualitas harus mampu menghasilkan warga binaan yang memiliki karakter baik sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga membangun kompetensi dan kemandirian warga binaan. Hasil panen yang diperoleh hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ungkap Gumilar.

Kegiatan panen selada ini menjadi bukti bahwa Lapas Kelas I Makassar terus bertransformasi menjadi lembaga pemasyarakatan yang produktif dan berdaya guna. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, program ini juga memperkuat tujuan pemasyarakatan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk hidup mandiri, produktif, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nantinya.

“Dari setiap benih yang ditanam, tumbuh harapan baru. Dari setiap panen yang dipetik, lahir semangat kemandirian untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *