๐๐ซ๐ž๐š๐ค๐ข๐ง๐  ๐๐ž๐ฐ๐ฌ
Hangatnya Reuni Golden 2003 SMAN 1 Pangkalan: Dari Putih Abu-Abu, Kini Mengabdi untuk Sesama Karawang, 3 Mei 2026 โ€“ Waktu boleh berjalan lebih dari dua dekade, namun kenangan masa putih abu-abu tetap abadi di hati. Itulah yang terasa dalam Reuni Golden Angkatan 2003 SMAN 1 Pangkalan, yang digelar hangat dan penuh makna di Kp. Cipeteuy, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Mengusung tema menyentuh, โ€œApapun Warna Kita Sekarang, Dulu Warna Kita Hanyalah Putih Abu-abuโ€, sekitar 50 alumni hadir, melebur dalam suasana haru, tawa, dan cerita lama yang kembali hidup. Tak sekadar temu kangen, reuni ini menjadi ruang menyatukan kembali ikatan yang pernah terjalin di bangku sekolah. Sejak awal acara, nuansa keakraban begitu terasa. Satu per satu wajah yang dulu akrab kini kembali disapa, seolah waktu tak pernah memisahkan. Canda khas masa sekolah, cerita perjuangan hidup, hingga kenangan sederhana di kelas, menjadi jembatan yang menghangatkan suasana. Rangkaian kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Mulai dari ramah tamah, napak tilas kenangan masa SMA, doa bersama, hingga alunan musik akustik yang menambah syahdu suasana. Momen tersebut bukan hanya tentang mengingat masa lalu, tetapi juga merajut kembali harapan untuk masa depan. Ketua panitia, Cember, menyampaikan bahwa reuni ini membawa pesan lebih dalam dari sekadar nostalgia. โ€œDari putih abu-abu yang sama kita berangkat. Hari ini kita datang dengan warna kehidupan masing-masing, tapi tujuan kita satuโ€”memberi kembali. Kita ingin tetap terhubung dan bermanfaat, baik untuk almamater maupun masyarakat,โ€ ungkapnya. Komitmen itu pun diwujudkan melalui kesepakatan bersama untuk membentuk wadah silaturahmi rutin. Tak hanya itu, para alumni juga berinisiatif menggagas program sosial sebagai bentuk kontribusi nyata kepada lingkungan sekitar. Di penghujung acara, momen foto bersama menjadi simbol bahwa kebersamaan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dalam menjaga tali persaudaraan lintas waktu. Reuni ini menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tidak lekang oleh waktu. Dari seragam putih abu-abu yang sama, lahir beragam kisah kehidupanโ€”namun tetap berpulang pada satu rasa: kita adalah keluarga. Harga Sembako di Pasar Babakan Pebayuran Stabil, Satgas Pangan Lakukan Pemantauan Langsung Sektor Informal Masih Mendominasi, Wamenaker: Pemuda Perlu Ciptakan Lapangan Kerja Baru Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Kenohan Tanam Jagung Serentak di Lahan Satu Hektar Antisipasi Karhutla Musim Kemarau, Polsek Loa Kulu Gelar Pelatihan ‘Basic Fire’ Bagi Relawan MPA

Detik Detik Ketua Akpersi Jabar Turun Langsung Bela Warga, Persoalan Kandang Ayam Penyebab Bau Menyengat Akhirnya Ditutup

Serang Baru โ€“ Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Barat, turun langsung mengawal aspirasi warga terkait bau menyengat dari kandang ayam di Kampung Cikarang Girang, Desa Jayamulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Setelah bertahun-tahun dikeluhkan, persoalan yang dinilai mencemari lingkungan tersebut akhirnya mencapai titik terang. Melalui musyawarah yang digelar di aula Kantor Desa Jayamulya, Sabtu (2/5/2026), disepakati bahwa kandang ternak ayam tersebut harus ditutup.

Kehadiran Ahmad Syarifudin dalam forum tersebut menjadi sorotan. Ia tampil tegas membela warga yang selama lima tahun mengaku terdampak bau menyengat yang mengganggu aktivitas dan kesehatan.

โ€œIni bukan lagi sekadar keluhan. Ini sudah menyangkut hak masyarakat untuk hidup sehat dan nyaman.

Keputusan penutupan harus benar-benar dijalankan, jangan hanya jadi formalitas,โ€ tegasnya di hadapan peserta musyawarah.

Rapat yang dihadiri unsur Muspika, pemerintah desa, aparat keamanan, pengusaha kandang ayam, serta warga itu berlangsung dinamis. Sejumlah warga bahkan meluapkan kekecewaan karena persoalan ini dinilai terlalu lama dibiarkan tanpa solusi konkret.

Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, menegaskan bahwa keputusan penutupan merupakan langkah yang harus diambil demi menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah.

Sementara itu, Camat Serang Baru, Deny Mulyadi, menjelaskan bahwa wilayah Desa Jayamulya masuk dalam zona permukiman, sehingga kegiatan usaha peternakan wajib memenuhi persyaratan lingkungan seperti SPPL, UKL-UPL, hingga AMDAL.

โ€œKami tidak bisa mengabaikan aturan tata ruang. Jika tidak memenuhi syarat, maka harus ada tindakan tegas,โ€ ujarnya.

Kepala Desa Jayamulya, Asep Gunawan, juga menegaskan pihaknya mendukung penuh aspirasi warga. Ia menyimpulkan bahwa penutupan kandang merupakan keputusan bersama demi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Dengan dikawalnya aspirasi warga oleh Akpersi, masyarakat kini berharap keputusan tersebut benar-benar direalisasikan.

Mereka ingin kembali menikmati lingkungan yang bersih tanpa gangguan bau menyengat yang selama ini menghantui kehidupan sehari-hari.

(Akpersi DPC Bekasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *