Bogor โ Sinar matahari pagi jatuh perlahan di halaman SDN Jogjogan 01. Di dalam kelas, suara buku dibuka dan percakapan kecil antar siswa mengisi awal hari yang biasa.
Di antara mereka, Syafira (11), siswa kelas 5, duduk bersama teman-temannya. Ia mengikuti pelajaran seperti biasa, mendengarkan guru, mencatat, dan sesekali berbagi cerita kecil dengan teman sebangku.
Namun, ada satu momen yang diam-diam selalu ia tunggu. Saat bel istirahat berbunyi, suasana kelas berubah seketika. Anak-anak bergegas berkumpul, membuka kotak makanan, dan mulai menikmati hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di situlah, bagi Syafira, hari terasa berbeda.โPaling seru kalau sudah makan bareng,โ katanya sambil tersenyum.
Momen makan siang bukan sekadar jeda dari pelajaran. Ia menjadi ruang kebersamaanโtempat anak-anak berbagi cerita, bercanda, dan menikmati waktu tanpa beban.
Menu makanan pun sering menjadi bahan obrolan ringan yang menghidupkan suasana.
โKadang kita suka tebak-tebakan, hari ini makan apa,โ ujar Syafira.
Di balik kesederhanaan itu, ada perubahan yang ia rasakan. Dengan makanan yang cukup, ia menjadi lebih berenergi dan mampu mengikuti pelajaran hingga selesai.
โJadi lebih kuat sampai pulang sekolah,โ katanya.
Bagi Syafira, MBG bukan hanya soal kenyang. Program ini menghadirkan pengalaman yang membuat sekolah terasa lebih hangat dan menyenangkan.
Ia pun menyimpan harapan sederhana, yang diucapkan tanpa ragu.
โSemoga terus ada, biar kita bisa terus makan bareng.โ
Di SDN Jogjogan 01, di antara tawa yang mengisi waktu istirahat, sepiring makanan menjadi lebih dari sekadar asupan. Ia menjelma menjadi ruang kebersamaan, tempat semangat, energi, dan rasa senang tumbuh bersama, setiap hari.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional
(Red)







