Jakarta โ Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menerima audiensi dari Jaringan Muda Indonesia (JMI) di Kantor Badan Gizi Nasional pada Senin (25/5). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai masukan, aspirasi, serta dinamika pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Dalam audiensi tersebut, Sony Sonjaya memaparkan perjalanan pembentukan BGN dan pengembangan Program MBG sejak awal berdiri. Ia menjelaskan bahwa BGN resmi dibentuk pada 15 Agustus 2024 dan terus melakukan penguatan sistem secara bertahap demi memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
โProgram MBG dibangun secara bertahap dan saat ini kami terus melakukan validasi data serta penguatan sistem agar penyaluran manfaat dapat semakin tepat sasaran,โ ujar Sony Sonjaya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Jaringan Muda Indonesia menyampaikan sejumlah masukan dan perhatian terkait pelaksanaan program MBG di lapangan. JMI menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan program prioritas nasional tersebut.
โKami tidak ingin BGN mengalami pembengkakan anggaran. Kami sangat menyayangkan apabila program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,โ ujar salah satu perwakilan JMI.
Sony juga menegaskan bahwa BGN terbuka terhadap berbagai kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program. Menurutnya, seluruh pihak perlu bersama-sama membangun solusi agar manfaat Program MBG dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
โKami menerima seluruh masukan dari JMI dan terbuka terhadap setiap saran untuk perbaikan Program MBG. Jika ada hal yang perlu dibenahi, mari duduk bersama dan berdiskusi mengenai langkah terbaik yang dapat dilakukan,โ katanya.
Dalam kesempatan tersebut, BGN turut meluruskan sejumlah isu yang berkembang di masyarakat, termasuk terkait sistem pengelolaan program dan penentuan titik pelaksanaan MBG. Sony menegaskan bahwa proses pengembangan sistem dilakukan secara internal dan terus disempurnakan sesuai kebutuhan lapangan.
Sony juga menjelaskan bahwa BGN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan tugas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan pemetaan wilayah dan memastikan pemerataan penerima manfaat MBG.
Audiensi berlangsung secara konstruktif dan menjadi bagian dari komitmen BGN untuk menjaga komunikasi yang terbuka dengan masyarakat serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional
(Red)







