Kukar – Ketika tanah mulai mengering dan kemarau semakin terasa, sekitar 150 warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, memilih menundukkan kepala dan memanjatkan doa bersama.
Bukan dengan keluhan, melainkan dengan ikhtiar melalui Salat Istisqa, mereka memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.
Salat Istisqa digelar di halaman Masjid Al-Ilham, Desa Kembang Janggut RT 07, Kecamatan Kembang Janggut, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 07.30 WITA.
Suasana khidmat terasa ketika warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, personel TNI dan Polri berdiri dalam satu barisan. Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto bersama Danramil Kembang Janggut Kapten Inf. Rochmad Yudi Prastyoko turut mengikuti salat dan doa bersama.
Kegiatan diawali tausiyah dan pengarahan oleh Ustaz Idris, pengurus besar Masjid Al-Ilham. Dalam pesannya, ia mengingatkan jamaah bahwa Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar dan ketundukan kepada Allah SWT di tengah kondisi kemarau.
Jamaah juga diberikan pemahaman mengenai tata cara Salat Istisqa sekaligus hikmah yang terkandung di dalamnya. Setelah tausiyah, seluruh jamaah melaksanakan Salat Istisqa secara berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
Dalam suasana penuh harap, masyarakat memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat dan penuh keberkahan, sekaligus menjauhkan masyarakat dari dampak kekeringan dan berbagai kesulitan yang dapat muncul akibat musim kemarau.
Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat sekaligus mengajak seluruh pihak menghadapi musim kemarau dengan kepedulian bersama.
“Ini merupakan ikhtiar kita bersama. Selain berdoa, kita juga harus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Bagi warga Kembang Janggut, pagi itu bukan sekadar kegiatan keagamaan. Ratusan tangan terangkat dalam satu harapan yang sama agar hujan segera turun, tanah kembali basah, sumber air terjaga, tanaman tumbuh dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih baik.
(Red)






