Kukar – Panas terik dan lahan gambut yang mengering menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di RT 13, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (29/8/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.40 WITA itu membakar semak belukar, ilalang hingga ranting-ranting kering dengan luas diperkirakan mencapai 2 hektare. Kondisi vegetasi yang kering membuat api berpotensi menjalar apabila tidak segera dikendalikan.
Begitu informasi diterima, Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid bersama Danramil Sanga Sanga dan personel Polsek Sanga Sanga langsung bergerak menuju lokasi.
Tak datang sendiri, kepolisian segera membangun koordinasi dengan berbagai unsur untuk menghadapi kobaran api. Personel BPBD Provinsi Kalimantan Timur, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, BKO Ditsamapta Polda Kaltim, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, Damkar Kecamatan Sanga Sanga, hingga tim pemadam perusahaan dan relawan ikut dikerahkan.
Dua unit Water Cannon Samapta Polda Kaltim turut digunakan untuk mendukung proses pemadaman. Sejumlah kendaraan pemadam serta armada suplai air juga dikerahkan agar petugas tidak kehilangan momentum dalam mengendalikan api.
Di lapangan, petugas tidak hanya menghadapi kobaran api. Mereka juga harus memastikan setiap titik yang telah dipadamkan tidak kembali menyala. Penyisiran dilakukan untuk menemukan bara yang masih tersembunyi di antara semak dan ranting kering.
Setelah penanganan selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WITA.
Meski kobaran telah berhasil dihentikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dilakukan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara, dilanjutkan dengan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla.
“Di tengah kondisi musim kemarau, sedikit saja sumber api bisa berkembang menjadi kebakaran. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melapor apabila melihat titik api,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan ketika api sudah membesar. Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar lahan maupun melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran.
Kebakaran di Kelurahan Pendingin menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla dapat muncul sewaktu-waktu. Kecepatan informasi, kesiapan petugas dan kepedulian masyarakat menjadi tiga hal penting untuk mencegah api meluas.
Berkat sinergi lintas instansi dan dukungan berbagai pihak, kebakaran lahan sekitar 2 hektare tersebut berhasil dikendalikan. Situasi selama penanganan berlangsung aman dan kondusif.
(Red)






